Thursday, November 20, 2008

POLITIK 01

BUDAYA KKN dan BUDAYA INSTANT di republiknya para sok jagoan
Oleh: aziz alifi
Setiap kebiasaan buruk, problematika, kecurangan, kecongkakan kalau sudah hinggap di suatu bangsa dan menjelma menjadi sebuah budaya biasanya akan merembet pada seluruh aspek kehidupan termasuk politik. Penyelesaiannyapun sebenarnya memerlukan metode yang berbasiskan pada paradigma penyelesaian jangka panjang. Namun dalam dunia politik persoalanya tidaklah sesederahana itu. Mekanisme politik mengandung sebuah proses yang sulit untuk dianalisa secara sederhana. Artinya bahwa dalam dunia politik terdapat banyak variable yang saling mempengaruhi satu sama lain. Kita seringkali tidak menyadari bahwa budaya KKN di negeri demokrasi ternyata melahirkan budaya instant dalam birokrasi.
Setiap manusia pasti memiliki naluri kemanusiaannya meskipun sedikit dan seringkali tertutupi oleh naluri kebinatangannya. Tak terlepas dari itu elit di republic ini bagaimanapun juga manusia yang punya naluri. Kita seringkali mendengarkan kampanye manis dari para kandidat yang akan menduduki posisi penting dalam republik ini. Ketika kita husnuddhon kita akan mengasumsikan bahwa janji manis tersebut merupakan kata hati mereka. Namun setelah kita melihat perilaku para pejabat yang telah terpilih kita seringkali merasa tertipu dengan joragan-jorgan yang mereka tampakkan. Para elit tersebut ternyata lebih memikirkan perutnya sendiri dari pada nasib jutaan rakyat di negri ini. Dalam kondisi ketika para elit telah berbuat sesuatu yang tertnyata merugikan negara sebenarnya mereka memiliki dua pilihan. Mengakuinya dan mungkin resikonya akan diberhentikan atau diam saja dengan resiko harus berusaha menutupi semua kesalahannya didepan publuk.
Inilah yang ingin saya katakan bahwa para elit yang seringkali menampakkan brand-image demi eksistenti posisinya. Brand image ini akhirnya bermetamorfosis menjadi berbagai macam kebijakan yang setidaknya mampu meredam amarah publik. Publik-pun seolah ter-hipnotis yang pada akhirnya memaklumi bahkan meng-amini segala parilaku elit. Terdapat beberapa kebijakan hasil metamorfosis dari brand image para elit tersebut. Diantaranya adalah:
Pertama: pidato-pidato manis (speech act) baik secara langsung maupun yang disebarluaskan lewat media. Saya tidak ingin membahas janji mulit manis dari bapak wakil presiden yang akan memberikan banatuan senilai 30 juta per KK kepada korban gempa Yogya mei lalu, karena hal tersebut terlalu naïf untuk dianalisis.
Kedua: Kebijakan jangka pendek yang sebenarnya tidak mampu menyelesaikan akar masalah. Contohnya adalah kebijakan impor beras. Persoalannya adalah adanya kekurangan stok beras di negeri yang sangat subur ini. Bukannya penyelesaiannya dengan meningkatkan produktiviatas di bedang peratanian. Malah impor menjadi senjata utama.
Ketiga: aksi sok kaya. misalnya, pembelian beberapa panser dari prancis senilai 355 trilliun rupiah yang tanpa diatenderkan untuk rekonsatruksi pasca perang di Lebanon. Pemerintah ingin memunculkan image baik dari dalam maupun dari luar bahwa pemerinatah Indonesia sanagatlah peduli terhadap masalah-masalah kemanusiaan. Dari dalam mereka ingin menunjukkan bahwa kepedulian pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi umat muslim sangatlah besar. Padahal hal tersebut belum tentu membela kepentingan umat muslim secara uatuh. Dengan memanfaatkan kemampuan analisa masyarakat umum yang sangat sederhana, pemerintah ini sering bermain-main dengan kebijakan yang dibuatnya.

SERI PUISI 07

Puisi refleksi 07
WAKTU
Semuanya terseret, terbuang dalam jurang masa lampau.
Ada ruang yang membuat eksistensi manusia.
Ada waktu….namun ketika berlalu…
Habis sudah……
Masa lalu adalah masa
Terkadang ikut…terkadang terbuang..
Suatu saat kita bisa membuangnya… suatu saaat dia bisa datang kembali..
Membuai..atau bahkan menghentakkan…
Siapa yang mampu menagendalikan masa lampau…
Tentu akan hanya berhadapan dengan masa sekarang…
Karma kehidupan…. Harus melalui masa lampau sekarang dan akan dating..
Masa….
Masa bisa menjadi teman atau bahkan musuh….
Mereka yang terpuruk telah menghadapi ketiga masa itu…..
Menganggap ia adalah musuh….
Yang selalu menaghantui…

SERI PUISI 06

KEINGINAN MANUSIA
Apakah manusia tidak berhak untuk memiliki keinginan?
Sudah cukup keinginan menyiksaku..
Yaa Tuhan…. Jika memang segala keinginan itu milikMU?
Maka aku tidak akan mencoba mengusiknya…..
Biarlah keinginan itu mutlak menjadi milikMU.
Karna mungkin keinginan adalah penderitaan
Bagi manusia yang sangat dloif

Sakarotul maut itu sangat sakit
Bagaimana aku mempersiapkannya?
Melepaskan seluruh keinginan dalam kehidupan

Kami sepakat akan mencari cintaMU
Kami sepakat akan mencari rohmatMU
Kami sepakat hanya mencari perlindungan kepadaMU
Dimana cinta itu
Dimana rahmat itu

Bagaimana dengan keinginan kami untuk itu
Mengapa muncul keinginan berfikir seperti ini
Kami yakin semua berjalan atas ketetapanMU
Hanya doaku, jauhkanlah aku dari buruknya ketetapanMU
Yogya, O5mEi2008

SERI PUISI 05: goncangan teologis

Mengapa kita hidup
Apa yang harus kita lakukan
Beribadah , kata mereka?
Apa itu beribadah
Menyembah Tuhan
Apa itu menyembah
Siapakah tuhan itu
Tuhan maha segalanya, katanya
aku disuruhnya untuk takut, katanya
aku memang penakut
aku memang pengecut, mungkin
apakah aku kurang takut
saya rasa tidak
atau mungkin kurang
lalu apa yang hakekat takut
aku memang lemah
da yang lemah niscaya takut
tentu terhadap yang paling kuat
siapa yang paling kuat
tentu Tuhan.......
seharusnya seperti apa bentuk ketakutanku
sholat tiap hari
memohon setiap hari
berbuat baik terhadap semua
ahhh.... kalo Cuma itu banyak orang yang takut
takut masuk neraka kata mereka
lalu apakah ada jaminan tidak masuk neraka
ada katanya..
dan sudah disampaikan Tuhan lewat rosulnya
sangat menyesakkan berfikir seperti itu
Tuhan kan maha pengasih lagi penyayang
Apakah kita sudah disayang,
Apakah kita sudah dikasi..
Tuhan kan maha pemurah
Al hannaan.. .. .. ..
Apakah kita harus merasa sudah cukup dengan anugerah yang telah diberikanNyA.. ..
Apakah itu tanda kita bersyukur.. .. .. ..
Dalam kondisi seperti ini
Mana bisa aku bersyukur
Bohong..aku bisa dan mampu bersyukur
Banyak yanag lebih sengsaara dari aku
Aku tau.. .. ..
Lau mana maha pemurah Tuhan. ..
Apakah menunggu sampa mati.. .. .. ..
Apakah harus pasrah......
Aku bingung
Lalu aku minta petunjuk pada siapa..
Tuhan
Yang maha tau
Karena aku sangat takut
Dan sedang mencari
Apa yang disenangi tuhan.
Tapi mengapa kita harus melakukan yang dicintai Tuhan..
Untuk mencari cita Tuhan kepada kita, katanya
Lalu menagapa kita menvarinya
Bukankah Tuhan sudah mencitai hamba2nya
Kenapa kita mencari cinta tuhan lagi
Lalu mengapa kita diciptakan
Kalau hanya untuk disiksa
Kalau hanya untuk dimasikkan kedalam neraka
Neraka duniapun sangatlah panas
Neraka akherat jauh lebih panas
Aku memanag makhluq
Tak berdaya
Tidak punya kekuatan apapun
Bahkan untuk berjalan sekalipun
Lalu apakah kita harus pasrah
Menerima semua
Apakah tiu yang dicintai Tuhan
Kalau saja aku tau
Dan kuat menjalaninya
Tapi aku tak tau
Dan mungkin tak kuat menjalaninya
Sungguh sangat lemah
Rapuh
Bagaimana agar aku kuat
Tapi apakah aku berhak untuk kuat
Atau harus selamanya lemah
Sunguh ini diluar kemampuanku
Kalaupun tidak diberi kemampuan
Apakah aku bisa
Apakah aku harus taerus meminta
Meminta pada siapa? Tuhan..... .. .. .. .. ..
Yang maha kuat, yang maha kaya.. .. .. ..
Terus meminta.. .. ..
Apakah tiu yang dicintai Tuhan..
Menangis setiap hari
Sampai kerinag kerontang.. .. .
Bersimbah darah, barangkali.
Tuhan benar2 suka denagan makhluqnya yang seperti tiu ya..... .. ..
Apakah tiu tandanya syukur
Ya ALLOH ..... ..
Apakah penagembaraanku ini membuat Engkau marah..
Sesungguhnya aku sangat takut
Tapi memang itu yang saya mampu
Benar-benar teriakan lonceng itu membuat selaput pendengaranku pecah
Terkoyak oleh suara yang Engkau ciptakan
Lalu apakah aku harus bangkit
Dengan kekuatan apa lagi
Sementara telah Engkau hancurkan
Bukan.... .. bukan Engkau ya Tuhanku
Tapi manusia itu
Tapi mereka
Atau aku sendiri
Bayanganku sendiri
Aku yang dalam kondisi titik terendah
Haarus mengakui
Kematianku
Ketidak berdayaanku
Bingung
Entah dalam keadaan sadar atau tidak
Dan sampai kapan penagembaraanku ini
Apakah aku harus kuat
Dengan api yang menyayat jiwaku
Membakar denyut nadiku
Aku dusah tidak tahan
Aku juga ingin membunuh
Karma aku telah dibunuh
Atau aku telah bunuh diri
Sampai pada saat aku melakukan sesuatu yang sebenarnya aku tak mengerti dan terpaksa aku lakukan karma sepanjang pengetahuannku hal ini yang bisa membuat Tuhan senang denganku dan tidak menyiksaku, tidak memasukkan aku kedalam neraka
Itu saja.. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ..
Yogyakarta 150508

SERI PUISI 04

BINTANG
Jika bintang harus tetap menjadi bintang
Biarlah bintang tetap menjadi bintang
Aku hanya seonggok kehidupan yang bermimpi mengejar bintang
Aku hanya tetap dibumi
Yang mengagumi indahnya bintang
Tapi jangan khawatir bintang
Sesekali kau mendarat kebumi
Entah karena ketika mengarungi perjalananmu
Atau ketika terpaksa terjatuh
Atau ketika ada meteor lain yang memaksamu ke bumi
Ketika itu
Kau pasti kebingungan
Mencari sinarmu
Mencari kehidupanmu
Disanalah mungkin aku bisa berkata
Tenaglah bintang
Disini ada aku
Yang dari dulu menyayangimu
Yang bisa mencintai kekuranganmu
Yang akan setia bersamamu
Mengarungi kehidupan ini
Menemanimu, menyayangimu, mencintaimu
Dan bersamamu
Mengembalikan semua kehidupanmu
Hingga suatu saat
Aku yakin
Kau akan bersinar lagi
Bahkan lebih dari sekedar menyinari bumi
Namun semua yang ada disekelilingmu
Kaupun tahu apa arti bintang
Dan bagaimana menjadi bintang
Dan dihari itu mereka akan berkata
Ternyata kami semua sangat membutuhkan sinarmu
Perjalananmu yang membuatmu luar biasa
Jauh lebih hebat
Dari sekedar bintang dilangit
You are the great star we have seen.
JOGJA, 8 AUGUST 2007

SERI PUISI 03


MERAJUT HAKEKAT

Haruskah dipaksa
rasa Syukur
yang memiliki kekuatan untuk ditentukan,
Diarahkan
Meski badai merongrong
Menghimpit jiwa untuk menjalankannya
Berat
Seberat senyuman disaat haus
Seberat melangkah dalam terik
Maka cobalah untuk senyum
Cobalah untuk melangkah
Meski jiwa terdesak
Meski panah panah kegelapan berusaha merobek jiwa
Akankah diri ini menjadi rela

Tapi apakah kita berhak untuk tidak rela
Ketakutan akan kelamahan
Sungguh lemah

Ketika panggilan jiwa memaksa meretakkan tembok-tembok ketamakan
Hasrat sempurna
Mengagerogoti jiwa
Diri ini seakan terbungkus selimut api
Menjalani hakekat
Dan akan selalu berperang
Menghadang api
Lelah yang pasti
Sampai diri ini kehilangan rasa takut
Salah
Bukan takut
Tetapi rasa khawatir

Menjalani ridlo
Yang sudah menempel
Adalah obat
Penyembuh luka
Yang hakekatnya abadi
Namun harus musnah
Oleh panggilan jiwa
Untuk selalu melihat sinar cerah
Karna pada hakekatnya
Sinar itu muncul dalam kegelapan
Keinginan untuk terus melawan
Harus menjadi niscaya
Semoga tidak terlewati begitu saja

Yogyakarta, 09mEi2oo8
Atas nama hakekat cinta

SERI PUISI 02

CINTA MANUSIA, by mr. kim

Raga manusia yang renta
Mereka rapuh
Dalam satu titik
Mereka tak kuasa menahan perih

Satu yang membuatnya tegar
Tak takut diterjang apapun
Bahkan maut sekalipun

ialah cinta
Maka cinta bisa sebagai penawar
Maka cinta bisa sebagai penjaga

Maka cinta sering menjadi lentera
Yang menyinari kegelapan apapun
Yang menjaga dan melindungi manusia yang renta

Maka manusia yang tak punya cinta
Hanya akan menjadi bayangan
Yang penakut, yang pengecut
Bahkan dengan bayangannya sendiri

Maka beruntunglah mereka yang memilikinya
Blitar, 21juni =2oo7

SERI PUISI 01

GERBONG KERETA YANG CURAM
Suatu hari terlintas didepanku sebuah kereta
Anganku melayang….terbayang di benakku
itulah kereta.. yang akan mengatarkan aku ke tujuanku…
Semula aku tak begutu yakin….namun seiring dengan berjalannya waktu…
Diapun memberi isyarat…
Hai nak…. Kesinilah…..naiklah bersamaku…
Aku akan mengantarmu ke tujuanmu…..
Akupun masih belum yakin….
Dan ketika tersadar dengan apa yang ada didiriku dan kereta itu….
Akupun lari dan kutinggalkan kereta itu….
Kusadari masih banyak bekal yang harus kuraih
Untuk tujuanku.....
Ketika aku berlari kencang, menjauh darinya… diapun melambaikan tangan…
sembari berkata “aku akan pergi kesuatu tempat”……
Entah disadari atau tidak..tempat itu jua adalah tujuanku….
Akupun mulai yakin dan bergegas untuk naik bersama kereta itu….
Dengan segala bekal yang aku milliki….
Aku yakin akan sampai ke tujuanku dan kereta itu……
namun naas…..Sesampainya aku kan naik kereta itu.. pemiliknya bilang…
Jangan….. kereta ini sudah dibeli orang….
Tanpa berfikir panjang…akupun tak pedili dengan perkataan pemilik kereta itu..
Aku memaksakan diri untuk naik meski dilarang….karena aku terlanjur yakin…dan keretapun harus berangkat…
Pemiliknyapun akhirnya marah padaku…..
Sebegitu bencinya hingga tak pedulikanku sedikitpun…..
Semua bekal yang kumiliki terlanjur kunaikkan…
Namun ia tetap saja melarangku untuk naik bersamanya….
Tiba saatnya kereta berangkat….
Aku tetap berusaha memaksa untuk naik…..
Namun dia menendangku….keras….
Dan akupun jatuh, terlempar jauh….. dan semakin jauh…..
Tanpa bekal sedikitpun…..
Kini aku harus merangkak lagi….
UNTUK menaiki kereta itu…
Dan aku semakin yakin AKAN keberhasilan itu
Sungguh menyayat
Mengapa? Mengapa? Dan mengapa?
Yogyakarta, 05maret2008

POLITIK INTERNASIONAL 01

IRAN DAN AMERIKA LATIN-KARIBIA DALAM MENGKONSOLIDASIKAN KEKUATAN PENENTANGAN DAN PENANTANGAN TERHADAP HEGEMONI DAN DOMINASI AMERIKA SERIKAT DALAM DINAMIKA POLITIK INTERNASIONAL

Ahmadinejad Menggandeng Kelompok Kiri Amerika Latin
Semangat menantang dan menentang Amerika Serikat telah membawa Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad melawat ke Amerika Latin. Manuver Ahmadinejad ke Amerika Latin menarik, lebih-lebih didorong oleh keinginan membantu aliansi global menentang dan menantang AS. Sekalipun secara geografis, kultural, dan historis terasa jauh antara Iran dan Anerika Latin, namun menjadi terasa dekat karena semangat bersama menentang AS. Sentimen anti-AS di sejumlah negara Amerika Latin dan Iran memang sedang tinggi-tingginya meski dengan alasan dan latar belakang yang berbeda-beda. Presiden Ahmadinejad membawa persoalan permusuhan bilateral dengan AS ke panggung geopolitik, menggandeng sejumlah negara Amerika Latin yang sedang gerah dengan AS. Sedangkan gerakan kiri sedang mendapat angin di Amerika Latin, yang tidak terlepas dari sentimen anti-AS. Sudah sembilan dari 19 negara Amerika Latin dan Karibia berada dibawah pemerintahan kiri. Barisan pemerintah kiri itu terdiri atas Kuba, Venezuela, Brazil, Bolivia, Argentina, Cile, Uruguay, Nikaragua, dan Ekuador .
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Sabtu 13 Januari 2007 berkunjung ke Venezuela dan memperkuat hubungan Iran-Venezuela dengan bertemu langsung Presiden Hugo Chavez. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai kesepakatan antar kedua negara diantaranya pendanaan proyek-proyek di negara-negara lain untuk membantu merintangi dominasi AS. Hugo Chavez menyatakan,
" Itu akan memungkinkan kami menyokong modal…terutama di negara-negara yang pemerintahnya membuat upaya untuk membebaskan diri mereka dari penindasan imperialis AS. Dana ini, saudaraku (Ahmadinejad), akan menjadi sebuah mekanisme untuk pembebasan."

Ahmadinejad menyebut itu sebuah keputusan "yang sangat penting" yang akan membantu meningkatkan "kerja sama gabungan di negara-negara ketiga", terutama di negara-negara Amerika Latin dan Afrika .
Minggu 14 Januari 2007, menyatakan tekad untuk membentuk sebuah aliansi anti Ametika Serikat (AS) dengan negara-negara revolusioner di Amerika Latin. Ahmadinejad mengkampanyekan perlawanan terhadap dominasi AS di dunia dimanapun ia berada. Di Nikaragua ia mengatakan,
"Kedua negara kita mempunyai kepentingan, musuh-musuh dan tujuan-tujuan yang sama. Kita mungkin saja terpisah jauh, tetapi kita dekat di hati. Kaum imperialis tidak suka kami membantu Anda untuk maju dan berkembang. Mereka tak suka kita menyingkirkan kemiskinan dan mempersatukan rakyat. Namun, seluruh dunia tahu bahwa Nikaragua dan Iran bersama. Iran, Nikaragua, dan Venezuela serta negara-negara revolusioner lain akan bersama menentang imperialis."

Pada hari Senin 15 Januari 2007 Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersama dengan Presiden Bolivia Evo Morales dan Presiden Haiti Rene Preval menghadiri upacara pengukuhan Rafael Correa sebagai Presiden Ukuador di Kawasan Amerika Latin .
Tabel 1
Sikap Para Pemimpin Amerika Latin-Karibia Terhadap Pemimpin Iran dan Bentuk Kerja Sama Dengan Iran

Sikap Pemimpin Terhadap Iran Bentuk Kerjasama Dengan Iran
Kunjungan Ahmadinejad hari Sabtu, 13 Januari 2007 merupakan kunjungan kedua ke Venezuela dalam kurang dari empat bulan dilakukan saat dia berusaha mendobrak isolasi internasional atas program nuklir negaranya dan kemungkinan mendapatkan sekutu baru di Amerika Latin. Chavez dan Ahmadinejad semakin disatukan oleh kebencian mereka kepada Washington (pemerintah AS). Chavez telah menjadi seorang pembela utama ambisi nuklir Iran. Ia menuduh AS menggunakan isu itu sebagai sebuah dalih untuk menyerang sebuah rezim yang ditentangnya, dan menjanjikan untuk membela Iran. 1. Perencanaan untuk sebuah dana gabungan 2 miliar dollar AS untuk mendanai investasi di Venezuela dan Iran, uang itu juga akan digunakan untuk proyek di negara-negara ketiga yang bersahabat.
2. Menyatakan tekad untuk mengusahakan pengurangan pasokan minyak dunia untuk melawan turunnya harga.
Nikaragua dan Iran pernah bersilang jalan pada tahun 1980-an dalam skandal Iran-Contra. Pada saat itu dengan dian-diam AS menjual senjata kepada Iran untuk membebaskan sandera-sandera Amerika. AS menggunakan sebagian dari hasil penjualan senjata itu untuk mendukung pemberontak Contra yang berjuang untuk menggulingkan Ortega. Kasus tersebut sudah mulai dilupakan dengan pernyataan Ortega, "Dalam diri saudara-saudara kita, Iran memiliki rakyat, sebuah pemerintah, seorang presiden yang mau bergabung dengan rakyat Nikaragua dalam perjuangan besar melawan kemiskinan." 1. Penandatanganan kesepakatan bantuan pembangunan rumah-rumah murah, bendungan, pabrik-pabrik pembuat bus sampai sepeda.
2. Kesepakatan menjalankan program untuk memperbaiki air minum, pelabuhan, dan industri perikanan.
3. Akan membuka kedutaan-kedutaan besar di masing-masing ibu kota, memperkuat hubungan antara kedua negara yang selama ini hanya memiliki sedikit interaksi, namun sama-sama mempunyai sejatah penuh kesulitan dengan AS.

Latar Belakang Sikap Anti-AS Iran
Sikap permusuhan Iran-AS nersifat akumulatif, yang berlangsung sejak pecah revolusi Islam Iran tahun 1979. permusuhan memburuk akibat komplikasi dengan isu nuklir dan persoalan Timur Tengah. Iran merasa diperlakukan tidak adil karena terus menerus ditekan AS untuk menghentikan program nuklirnya. Sentimen anti-AS juga muncul karena pemihakan AS terhadap Israel dalam konflik Timur Tengah, yang telah menghakangi Palestina mendirikan negara merdeka di tanah airnya sendiri .
AS akhir-akhir ini semakin keras mengancam Iran, yang dianggap terkait dengan semakin memburuknya situasi di Irak. AS bahkan telah menambah kekuatannya di perairan teluk dengan menambah satu gugus tugas kapal induk, dengan alasan untuk menghadapi "aksi negatif" Iran. Wakil Presiden AS Dick Cheney bahkan menuduh Iran memancing di air keruh. Meskipun demikian, anggota Kongres dari Demokrat, John Murtha, yang mengetuai subkomite yang bertugas mengontrol pengeluaran Pentagon, menegaskan bahwa Presiden AS tidak boleh memerintahkan tentara AS ke Iran. Murtha mengatakan,
"Presiden tidak punya kewenangan legal untuk masuk ke Iran dan dia tidak punya kenanpuan untuk melakukannya meskipun dia menginginkannya."

Kontroversi Politik Domestik Iran Terhadap Kebijakan Ahmadinejad
Sejumlah politisi dan pejabat pemerintah Iran mengungkapkan, Ketua Juru Runding Nuklir Iran Ali Larijani dan beberapa pejabat moderat di Iran mulai frustasi terhadap Presiden Ahmadinejad karena pidato-pidatonya itu justru memicu konfrontasi dan menyulitkan untuk mengamankan "hak nuklir damai" Iran .
"Dalam suatu atmosfer yang tenag dan sepi, Iran bisa menetralisasi tekanan AS atas program atomnya. Pidato yang berapi-api justru memperburuk situasi."

Demikian ungkapan seorang pejabat Iran yang minta dirahasiakan identitasnya kepada para jurnalis. Ketidaksetujuan ranyat Iran atas cara Ahmadinejad menyikapi tekanan AS tercermin dalam hasil pemilihan umum untuk parlemen lokal beberapa waktu lalu, yang menunjukkan menurunnya dukungan terhadap Ahmadinejad. Media-media di Iran pun mulai berani mengkritik presidennya, sebagaimana dilakukan beberapa media terhadap kunjungan Ahmadinejad ke Amerika Latin. Dibeberapa media dan anggota parlemen Iran yang moderat menganggap kunjungan itu dilakukan dalam waktu yang tidak tepat.
"Ketika Condolezza Rice dengan dokumen nuklir Iran ditangannya berada di kawasan ini untuk berbicara dengan negara-negara Arab tetangga Iran, Presiden Iran justru mengagung-agungkan kemenangan sosialisme di Amerika Latin."

Demikian harian reformis, Etemad Melli menyebutkan. Surat kabar itu menambahkan, apakah presiden benar-benar memikirkan bahwa orang-orang seperti Chavez, Correa, dan Ortega bisa menjadi sekutu strategis Iran.
"Teman-teman sayap kiri ini hanya baik untuk diskusi di kedai kopi."
Demikian ditambahkan oleh surat kabar tersebut. Akan tetapi, harian konservatif, Ressalat, menilai berbeda kunjungan itu.
"Kehadiran Ahmadinejad di halaman belakang AS dan dengan penerimaan yang baik tentu menimbulkan kemarahan Presiden AS George W Bush dan sekutunya."

Politisi dari kubu konservatif, Mohammad Khosh-Shehreh, juga mengkritik kunjungan Ahmadinejad karena dilakukan pada saat anggaran belanja negara 2007 yang tertunda tengah disiapkan .

Latar Belakang Sikap Anti-AS Amerika Latin dan Karibia
Kelompok kiri menolak tekanan dan desakan AS begi liberalisasi perdagangan dan sistem ekonomi pasar, yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil masyarakat Amerika Latin, yang belum siap berkompetisi karena masih bergulat dengan kemiskinan. Kekecewaan bertambah karena AS tidak memperlihatkan kepedulian terhadap proses pembangunan di negara-negara Amerika Latin yang digambarkan berada di pekarangan belakangnya .
Tabel 2
Sikap Para Pemimpin Amerika Latin-Karibia dan Iran Terhadap Pemerintah AS

Negara dan pemimpin Sikap pemimpin terhadap AS
Venezuela (Hugo Chavez). Mencela imperialisme AS di dunia.
Nikaragua (Daniel Ortega). Ortega mengambil posisi lebih lunak dari Chavez dan Ahmadinejad dalam menyikapi AS.
Iran (Mahmoud Ahmadinejad) Mencela imperialisme AS di dunia.

Tajuk Rencana, Kompas, 17 Januari 2007.
Kompas, 15 Januari 2007.
Kompas, 16 Januari 2007.
Kompas, 17 Januari 2007.
Tajuk Rencana, Kompas, 17 Januari 2007.
Kompas, 17 Januari 2007.
Iran dilaporkan telah mengirimkan surat kepada Raja Arab Saudi untuk membantu menyampaikan masih adanya itikad baik dalam urusannya dengan AS. Hal itu disampaikan seorang pejabat Saudi, tetapi langsung dibantah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Mohammad Ali Hosseni, Selasa 16 Januari 2007. beberapa jam sebelum kedatangan Menteri Luar Negeri AS Condolezza Rice ke Arab Saudi, ketua juru runding nuklir Iran Ali Larijani memang datang ke Saudi, Senin 16 januaei 2007. Pada kesempatan itu Larijani dikabarkan menyampaikan sebuah surat dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Mahmoud Ahmadinejad kepada Raja Saudi Abdullah. Menurut pejabat Saudi, Iran menginginkan Saudi, sebagai sekutu dekat AS, menyampaikan sebuah pesan itikad baik ke Pemerintah AS. Akan tetapi, Hosseni mengatakan, berita mengenai Iran meminta Saudi menjadi penengah antara Iran dan AS sama sekali tidak berdasar. Larijani kepada televisi pemerintah mengatakan bahwa dalam kunjungannya ke Saudi dia telah berbicara dengan Pangeran Bandar bin Sultan mengenai "menghadirkan keamnanan lebih besar dikawasan ini", bertemu Menteri Luar Negeri Saud Al-Faisal, dan juga Raja Abdullah. Tujuan kunjungan itu untuk meningkatkan saling pengertian antara Syiah dan Sunni, sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan di Timur Tengah. Beberapa pengamat meyakini, setidaknya kunjungan Larijani dimaksudkan agar negara Arab sekutu AS itu tidak ikut memusuhi Iran. Ilmuwan Politik Iran, Nasser Hadian-Jazy, mengatakan, kunjungan Larijani itu merupakan upaya untuk mencegah apa yang akan dilakukan Rice, yaitu menyatukan negara-negara Arab untuk menentang Iran. Disisi lain, dia menambahkan, hal itu juga menunjukkan hadirnya kembali pengaruh kekuatan konservatif moderat, seperti Larijani, ditengah kritik publik yang semakin meningkat terhadap Presiden Ahmadinejad dan pidato-pidato anti-AS-nya. Kompas, 17 Januari 2007.
Kompas, 17 Januari 2007.
Tajuk Rencana, Kompas, 17 Januari 2007.

FILSAFAT KEHIDUPAN

MENCARI KEADILAN TUHAN: SEBUAH PENGEMBARAAN
Pertanyaan utama yang sering kita ajukan adalah dimana letak keadilan Tuhan, sementara terdapat sebagian orang yang kaya, miskin, status social tinggi, rendah, sehat, sakit dan lain sebagainya. Realitas juga menunjukkan terdapat sebagian orang yang sudah bekerja keras tetapi belum mendapatkan hasil, sementara sebagian yang lainnya tanpa jerih payah yang berarti mendapatkan apa yang dia inginkan. Banyak yang bekerja keras ingin memiliki peran yang besar dengan menjadi pemimpin dengan berusaha keras menempuhnya, namu ada sebagian yang tanpa bekerja keras dengan enaknya bias menduduki posisi yang mudah hanya karena kebetulan mereka anak seorang pejabat. Pada muaranya kita bias menyimpulkan bahwa didunia ini ada sebagian orang yang beruntung dan tidak beruntung.
Jawaban yang sering kita dengar adalah bahwa mungkin Tuhan berkehendak lain yang lebih baek menurutNya, meski kehidupan tidak berfihak kepadanya. Atau mungkin Tuhan akan membalas kesabarannya nanti di akherat. Singkatnya bahwa orang orang yang mampu bersabar nantinya akan diganjar oleh Tuhan di syurga. Lalu kalau demikian penjelasannya, pertanyaan yangmuncul kemudian adalah dimana letak keadilan Tuhan di muka bumi ini?
Mungkin karena berangkat dari sangat tipisnya iman penulis hingga berani memunculkan pertanyaan seperti ini. Wallohu a`lam semoga dengan pengembaraan penulisan ini, penulis diberi hidayah oleh Alloh SWT sehingga penulis tidak terjerumus kedalam kesesatan faham dan menyesatkan orang lain. Semoga tulisan ini nantinya bias bermanfaat baik bagi diri penulis maupun orang lain.
Memang tiada seorangpun yang tahu dan mengerti tentang apa yang menjadi keinginan Tuhan ketika hambanya berkalikali meminta namun belum juga terkabulkan. Kita tahu bahwa Alloh akan memberikan sesuatu kepada hambanya sesuai dengan kepantasan atau kadar kemampuannya, dan Allohpun tidak akan mencoba hambanya diluar batas kemampuannya…..to be continue…,

FILSAFAT KEHIDUPAN 02

“MALAS ADALAH PENYAKIT KRONIS YANG SANGAT BERBAHAYA BAGI KEHIDUPAN MENTAL MANUSIA”
wahai malas
mengapa kau yang selalau tidak menampakkan wujudmu
tetapi terus mengikuti langkahku
mencengkramku
membunuh daya kriatisku
merobek-robek selaput semangatku
menghujaniku dengan badai yang tak henti hentinya
mengoyak perjuanganku
wahai makhluk yang namanya malas
kau membuatku bingungdengan memunculkan pertanyaan dalam diriku
apa ya yang saya lakukan besok?
apa sih yang terbaiik bagiku?apakah ini yang terbaiku?
semua itu barmuara darimu
hingga aku bagaikan sebiji anai yang terombang ambing di tengah padang pasir
betapa bodohnya diriku dengan kemalasan yang aku pelihara
penyakit...dan sungguh penyakit yang kronis
biarkan aku berlari....dan semua manusia yang kau hinggapi
menjauhlah dari kehidupanku
jangan kau kelilingi aku
karena aku juga sangat lemah sangat lemah untuk acuh oleh cengkraman taringmu
menjauhlah dariku wahai malas beserta manusia yang suka memeliharamu
aku ingin manggapai sinar yang nampak pada mereka yang berfikir, bekerja keras tau tujuan hidup tau jalan apa yang harus ditempuh
bukan manusia pemalas yang dengan mulut ringan berdalih"adalah urusan Tuhan
Tuhan yang menetapkanTuhan maha tau" katanya sembari jongkok dengan memikul sejuta masalah....sungguh terlalu sepele untuk melibatkan Tuhan yang maha besar dalam urusan ini adalah pemalas yang tak mau bekerja keras
dasar pemalas….…kau membawa-bawa nama Tuhan yang agung hanya untuk menutupi kemalasanmu…..dan sesungguhnya kau telah keliru……..dan mengancam eksistensi orang-orang disekelilingmu…………Yogyakarta.28aPRil2oo8